:'(
Sebuah resiko adalah rumus sebuah tingkah laku, semua kejadian yang udah menjadi tapak, kini tidak bisa aku tafsirkan dan sedikit demi sedikit mulai rabun dengan siraman hujan kedengkian diri dan egoisme yang meradang, geleng kepala dan tidak tau kapan semua akan baik-baik saja seperti dulu dan seperti harapan semua orang. Masih sulit rasanya mengingat sesuatu yang tak semestinya diingat, berat sekali menerima dan membaca semuanya, meraba semua abu sisa pembakaran tadi siang, dan aku yakin RASA ITU MASIH ADA UNTUK DIRINYA yang dulu menjadi hal terindah buatmu. Alhasil kini aku kecewa dibuatnya.
Inilah yang bisa aku lakukan, hanya ini yang membuat aku tenang, berbaur dengan anak-anak dibawah kolong jembatan dan ikut menari bersama pakaian tak layak pakainya. Sampai waktu yang tidak bisa saya tentukan, malam ini aku ingin merubah sikap dan cara pandang sedikti demi sedikit, semoga sesuai denga pepatah yang lama-lama akan menjadi sebuah bukit. Biar aku semakin sadar dan semakin menyadari bahwa dirimu bukan hak milik untukku, seperti hitam diatas putih yang dihiasi dengan goresan tinta hitam. Bahwa dirimu masih jadi milik orang banyak, meski hati ingin memilikimu semuanya yang ada pada dirimu.
Ok,
Aku putuskan untuk malam ini untuk tidak mendengar suaramu barang sejenak demi menenangkan suasana hati, bukan karena kesalahanmu. Mungkin malam ini aku sedikit kekanak-kanakan, sedikit berpaling dari sikap dewasa, sedikit buram dari harapanmu. maaf dari jarak yang tak kau ketahui jauhnya.
Dua Status terakhirmu dijejaring sosial sarana kita jumpa aku simak dan aku perjelas, semua nampak jelas bahwa aku belum dikategorikan kegolongan pihak dewasa. Jika hanya aku yang mengisi hatimu saat ini mengapa aku harus kecewa? jika hanya aku dihatimu mengapa aku harus terluka separah ini? jika hanya aku dihatimu mengapa aku sampai enggan sekedar angkat telfonmu?, mana mungkin ada arang dan abu tanpa ada proses pembakaran, mana mungkin ada cahaya jika tidak ada benda padat yang menghalangi? semuanya hanya tanda tanya, dan yang paling cerdas menjawab semua ini hanya waktu. Kini sayap kiriku patah dan susah sembuh dan mengepakan sedikit sayap itu.
Allah ya Rabb, Ilmu ihklas yang sering aku gemborkan dan sering aku dengar itu masih belum nempel pada diri hamba-mu, Jika sesuatu itu hanya sebuah tetesan air tanpa proses mendung, maka cepatlah berikan kabar ikhlas itu untukku, dan jika sesuatu itu sebuah senyuman kecil yang akan menjadi nyatanya sebuah impian kita, maka segeralah tenangkan diriku dan hapus rasa kecewa ini dengan segera tanpa alasan dan imbalan. Berdiri ditangah seperti ini sangat sulit memutuskan sesuatu.
Mungkin ini Bagian dari sebuah alur cerita kita, ibarat laut tidak akan indah tanpa Ikan hiyuw. Semoga semuanya akan baik-baik aja, dan malam ini aku masih sedikit terluka dengan semua sikapmu Siang tadi. :'( Astagfirullah.... tak seharusnya semua seperti ini dan tak seharusnya aku bersikap seperti itu, mungkin semua harus lebih dewasa.
Semoga Esok pagi semuanya jadi lebih baik seperti kata
"tunggu matahari terbit aja. semoga bsok mataharinya cerah" sedikit menerobos jauh.Dan semoga semuanya akan baik-baik Saja...
0 komentar
Posting Komentar